TIDAR NEWS COM – Festival Tari Kreasi dan Lagu Daerah, antar pelajar Se Provinsi Riau yang digelar oleh PAMRI (Persatuan Anak Medan Riau) dalam rangka Dirgahayu HUT RI Ke-80, pada tanggal 18 -23 Agustus di Cafe Anjungan Kopi, Purna MTQ Jalan Jendral Sudirman Pekanbaru sukses dilaksanakan.
Festival yang diselenggarakan oleh PAMRI, diakhiri dengan Lomba Tari Kreasi yang diikuti oleh 13 Sanggar dari berbagai daerah seperti dari Siak Pelalawan dan Kabupaten Rokan Hilir juga peserta dari Pekanbaru.
Festival Tari Kreasi yang berlangsung pada Sabtu (23/8/25) sejumlah 13 peserta. Lomba Tari Kreasi ini adalah rangkaian acara yang sebelumnya Festival Lagu Daerah, yang digelar oleh PAMRI. Sebagaimana informasi dari panitia bahwa 13 peserta sudah memiliki jam terbang yang tinggi yang sering juga tampil di event lomba Tari.
Peserta Tari Kreasi yang tampil akan dinilai oleh 3 Juri yang telah memiliki segudang pengalaman, yang terdiri dari Dewan Juri 1. Syafrijaldi, S, Pd., M, Sn. Dari staf Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, juga Dosen di AKMR, Sri Raudah Basar S,Sn., M, Sn Wakil Direktur AKMR. Asma Aini, S. Hum, sebagai Hauise Riau TV sekaligus pemilik Sanggar Aini.
Penilaian Ketiga Juri ini, berdasarkan beberapa unsur diantaranya adalah Wiraraga, Wirarasa, Wirarama dan harmonisasi serta keserasian tata busana, keserasian dalam bergerak seperti yang disampaikan oleh Juri Syafrijaldi, kepada awak media ini.
” Untuk penilaian ada 3 Juri, tentu berdasarkan beberapa unsur, dan kami bertiga akan memberikan nilai secara adil sesuai penampilan dan kualitas dari peserta, karena kami memiliki tanggung jawab moral sebagai pelaku seni juga, apalagi ini peserta adalah regenerasi kami untuk menjaga nilai – nilai budaya nusantara lewat karya seni,” Kata Syafrijaldi.
Terpantau peserta menampilkan Tarian dengan sinopsis mengangkat nilai – nilai budaya dan kearifan lokal seperti peserta dari Sanggar Balai Sanggam Melayu, dengan judul karya Baingung, permainan khas dari Suku Petalangan di Kabupaten Pelalawan memiliki pesan moral antar manusia dan makluk gaib yang memiliki suatu batasan untuk saling menghormati, dan aksi panggung dari Sanggar ini yang atraktif dan memukau berhasil keluar sebagai juara Satu Tari Kreasi, berhak menerima Piala PAMRI Riau.
Untuk juara kedua dari Sanggar Kijang Bermula SMP Negeri 3 Bandar Sekijang, dengan Sinopsis Suku Adat Sakai yang tersingkir karena adanya pembangunan, sehingga terusir dari rumah dan hilangnya mata pencarian mereka. Kedua Sanggar dibimbing oleh Koreografer, Faizal Andri.
Sedang untuk juara tiga dari Sanggar Mahligai, dan juara harapan yaitu Sanggar Gemalay Art, Sanggar Bina Tasik, Sanggar Jaya Bestari.
Masih ditempat yang sama Ketua Umum PAMRI. Surya Gemara C. Ia sampaikan bahwa Festival ini, bukti bahwa PAMRI ingin menjadi perekat dan pioner mengangkat melestarikan budaya di Indonesia.
” Alhamdulillah telah selesai Festival Tari Kreasi dan Lagu Daerah, tentu dalam hal ini PAMRI , ingin menjadi pioner untuk melestarikan budaya Indonesia, dan PAMRI juga akan menyiapkan kanal untuk pemenang Lagu daerah dan Tari kreasi untuk tampil di panggung yang lebih besar nanti di bulan Oktober, ” Singkatnya.
Senada dengan Surya, penasehat PAMRI, Mayor Purn C. Hardayat serta Andre, sepakat bahwa Festival ini untuk mencari bibit – bibit unggul nantinya membawa nama baik Riau untuk kedepanya acara lebih baik lagi dan pesertanya akan lebih banyak dan adanya perhatian dari pihak terkait seperti Dinas Parawisata.(Ryan Berto)






