Anggota DPR RI Dr, Achmad. Serap Aspirasi Undang Tokoh Agama dan Lembaga Keagamaan di Riau

TIDAR NEWS.COM– Anggota DPR RI Dr. H. Achmad, M.Si menggelar pertemuan serap aspirasi bersama tokoh agama dan lembaga sosial keagamaan mitra Kementerian Agama Provinsi Riau, Sabtu (15/11/2025), di Hotel Drego, Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru.

 

Acara tersebut dihadiri berbagai tokoh agama, tokoh masyarakat, dan perwakilan organisasi keagamaan. Achmad menegaskan bahwa DPR memiliki tiga fungsi utama—legislasi, anggaran, dan pengawasan—yang harus memastikan program pemerintah tepat sasaran.

 

Dalam sambutannya, Achmad menekankan pentingnya peran tokoh agama, khususnya MUI Riau. Ia menyoroti lemahnya dukungan anggaran terhadap aspek pendidikan dan keagamaan.

 

“Tugas pendidikan dan fungsi keagamaan masih lemah dalam anggaran dan kerja sama. Saat ini 95 persen ditanggung oleh masyarakat, hanya 5 persen ditanggung pemerintah. Karena itu MUI harus independen dan menjadi pilar utama di Riau, begitu juga Lembaga Adat,” ujar Achmad.

 

Achmad juga menyoroti persoalan radikalisme yang kerap menjebak masyarakat meski secara agama mereka memiliki kemampuan mengaji tetapi diisukan seperti teroris, makanya peran dari Majeslis Ulama Indonesia (MUI) disini sangat diperlukan.

 

“Kita bisa sejahtera kalau tata kelolanya baik, termasuk dalam pengelolaan Baznas dan sertifikasi halal,” tambahnya. Ia menyampaikan bahwa Presiden RI Prabowo saat ini tengah memperbaiki tata kelola penyelenggaraan haji.

 

Isu Islamik Center hingga Kehadiran MUI di Tengah Masyarakat

 

Dalam sesi tanya jawab, perwakilan IKMI menyinggung persoalan yang dinilai paling mendesak di tanah Melayu, yaitu pembangunan Islamic Center serta persoalan keagamaan yang terkait pendidikan agama yang berkelanjutan.

 

Tokoh masyarakat Irwandi juga mempertanyakan peran MUI Riau yang dinilai masih kurang hadir di tengah masyarakat. Achmad menjawab tegas bahwa MUI sebagai organisasi keagamaan wajib hadir dan memberi kontribusi nyata.

 

“Ketua LAM dan MUI itu harus independen, kuat dari segi ekonomi, dan berkompeten dalam keilmuan setidaknya independen secara ekonomi dahulu, ” ujarnya.

 

Ia juga menekankan bahwa masjid harus menjadi pusat kemakmuran jamaah, bukan hanya bangunan megah tanpa kegiatan pendidikan.

 

Begitu juga salah Peserta reses dari perwakilan majelis taklim, Dewi ia menyampaikan masalah banyaknya pelaku UMKM banyak yang belum mengetahui memahami prosedur sertifikat halal. Ia meminta adanya pendampingan dan sosialisasi dari pemerintah, Dewi berharap untuk difasilitasi dalam hal sosialisasi sertifikat halal dari MUI, Dewi juga menyinggung terkait bantuan anggaran untuk majelis taklim dari pemerintah yang minim.

 

Menanggapi hal itu, Achmad menjelaskan bahwa ia kemarin juga bekerja sama dengan Universitas Islam Negeri dengan menugaskan mahasiswanya sebanyak 100 orang untuk turun ke masyarakat yang memiliki usaha UMKM, diberikan serifikat halal secara gratis.

 

” Kerja sama dengan UIN ada sekitar 100 mahasiswa untuk mendatangi langsung para pelaku UMKM guna membantu proses sertifikasi halal,” imbuh Achmad , juga menekankan bahwa sertifikat halal itu gratiI, ” Tandas Achmad.

 

Dalam acara tersebut dihadiri oleh Kementerian Agama Provinsi Riau yang wakili oleh. Kabid Penaiszawa Mas Jeki Amri. Sekaligus membuka acara reses dari Anggota DPR RI Dr, Achmad. M, SI. (RB)

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *