Anggota DPRD Nurul Ikhsan Serap Aspirasi Warga dari RW 05 dan RW 13 Sidomulyo Timur

TIDAR NEWS.COM – Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Komisi IV Nurul Ikhsan menggelar reses di Jalan Baru, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, Sabtu (8/11/2025) malam. Ratusan warga dari RW 05 dan RW 13 antusias hadir untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan di lingkungan mereka.

Acara yang dipandu oleh Andi sebagai moderator itu berlangsung hangat dan terbuka. Hadir pula tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta para ketua RW 05 dan Ketua RW 13 didampingi oleh sejumlah ketua RT dan tokoh pemuda setempat.

Nurul Ikhsan, membuka kegiatan dengan pantun khas Melayu yang mengundang tawa dan tepuk tangan warga. Dilanjutkan oleh dengan doa bersama.

” Pertemuan seperti ini adalah wadah bagi warga menyampaikan unek-unek. Saya hadir bukan hanya mendengar, tapi juga untuk mengawal setiap aspirasi agar bisa ditindaklanjuti,” ujar Nurul dalam sambutannya.

Politikus yang dikenal dekat dengan warga akar rumput ini menegaskan bahwa masa politik telah usai dan saatnya kembali bersatu membangun kampung.

” Berpolitik itu harus pintar-pintar. Karena saya memilih daerah netral, saya harus menjaga perasaan kawan. Pertempuran sudah selesai, sekarang mari kita bersatu lagi,” katanya.

Sejumlah warga memanfaatkan momen reses ini sebagai wadah untuk menyampaikan berbagai keluhan, mulai dari pendidikan hingga infrastruktur adanya banjir yang disebabkan oleh saluran air atau drainase tidak tersumbat sampai ke BPJS kesehatan dan lampu jalan,

Haryanto, salah seorang warga, menyoroti persoalan pendidikan di wilayahnya dan peran Ketua komite sekolah yang janggal, karena tidak memiliki anak di sekolah tersebut.

” Anak sekolah harus bayar ini dan itu menjelang ujian sementara apalagi ketua komitenya bukan orang tua murid, tapi cucunya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Haryanto” Saya ingin memberikan masukan seharusnya anggota dewan itu datang bukan hanya karena masyarakat bersurat seyoganya tersirat hati, datangilah warga, ” ucap Haryanto mengaku juga sebagai anggota laskar Melayu terkait ucapanya memang seperti ini sejak menjadi mahasiswa.

” Pertama perlu saya sampaikan pak terkait masalah pendidikan sudah sering kita rapat bersama dengan dinas pendidikan, sudah sering kami ingatkan juga, yang sering menjadi gejolak biasanya masalah LKS dan masalah anak masuk sekolah, tapi Alhamdullilah kemarin masukan anak sekolah ada 4 orang, ” Jawab Nurul.

Nurul Ikhsan juga menjawab bahwa ia yang mengadakan pavling blok dari anggaran pokok pikiran (Pokir) tapi selama ini warga banyak yang tidak mengetahuinya.

Sementara itu, Doni Arya, Ketua Pemuda RW 13, mewakili pemuda dan pemudi, terkait belum adanya lapangan olahraga di wilayahnya.

” Pak Nurul, perkenalkan saya Doni Arya Ketua pemuda RW 13, dalam hal ini mewakili pemuda, aspiranya ditempat belum memiliki lapangan olahraga seperti lapangan bola voli atau bulu tangkis, mohon dibantu untuk pembangunannya, ” harap Doni.

Menanggapi keluhan tersebut, Nurul Ihksan berjanji akan menindaklanjuti proses pembangunannya, asal sudah ada tanahnya.

Warga juga mengeluhkan persoalan drainase, penerangan jalan, serta iuran sampah yang masih dibebankan. Beberapa warga mengusulkan untuk tidak dibebani oleh iuran sampah, di sekitar RT 02 yang langusng disampaikan oleh Ibu RT.

Nurul merespons langsung dengan sekaligus menyampaikan wacana dari Walik Kota Pekanbaru, bahwa nanti setiap warga akan diberikan tong sampah yang dapat memilah antara sampah organik dan anorganik.

” Terkait sampah, ini wacana dari pak Wali Kota, yang dalam proses kerja sama dengan pihak perusahaan asing terkait pengolahan sampah dijadikan bahan energi listrik dan magot,” kata Nurul.

Pada kesempatan tersebut, Nurul Ikhsan,.juga sampaikan terkait kondisi keuangan pemerintah yang divisit anggaran yang berimbas mandeknya proyek, pada tahun 2025 anggaran dialokasikan untuk tunda bayar.

” Pada tahun 2025, kita semua tiarap dulu, karena anggaran dialokasikan untuk selesaikan tunda bayar, nanti di tahun 2026 . Insya Allah berjalan lagi dan nanti setiap RW akan diberikan anggaran Rp 100 juta, dalam hal anggaran dari pemerintah, saya juga berpesan hati- hati untuk pak RW menggunakan anggaranya, ” tutup Nurul.

Di akhir kegiatan reses Nurul Ikhsan mengingatkan bahwa DPRD dan pemerintah adalah mitra kerja yang harus bersinergi untuk kesejahteraan masyarakat.(Rian Berto)

Pos terkait