TIDAR NEWS.COM – SMA Negeri 5 Pekanbaru mengadakan Workshop Jurnalistik denga tema “Bijak Bersosial Media” diikuti oleh siswa/i kelas X dan XI. Peserta dari murid yang bergabung di OSIS, acara ini terselenggara atas kerja sama pihak sekolah dengan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Laskar Rumpun Masyarakat Riau Bersatu (RMRB) Provinsi Riau, pada Senin (11/11/25).
Dalam sambutanya Ketua Umum Laskar RMRB, Akel Pernando, SH, MH menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan program dari organisasi Laskar RMRB, yang berkelanjutan dan akan dilaksanakan di sekolah – sekolah di seluruh Provinsi Riau, dengan materi yang lebih inovatif sesuai denga situasi dan kondisi.
Akel menambahkan bahwa pelatihan atau workshop jurnalistik untuk para pelajar, agar mereka memiliki bekal di era digital ini, mampu memberikan pengaruh pada khalayak ramai melalui tulisan sekaligus untuk membentengi para pelajar dengan etika yang bijak dalam bersosial media.
“Di zaman yang serba maju ini, hanya hitungan detik, jari – jari kita bisa menyampaikan informasi ke berbagai penjuru, sehingga kami merasa perlu membimbing para generasi muda, untuk bijak dalam tulisan dan juga bersosial media, agar terhindar dari pelanggaran undang – undang serta norma – norma sosial,” ucap Akel yang berprofesi sebagai Dosen di salah satu perguruan tinggi di Pekanbaru.
Masih ditempat yang sama Kepala SMA 5 Pekanbaru H. Zahar. M.Pd menyambut baik kegiatan Workshop Jurnalistik ini, karena ini merupakan langkah awal yang bagus bagi siswa/i di masa depannya.
“Melalui workshop ini diharapkan para peserta bisa mencapai level penulis seperti Buya Hamka, dimana tulisannya meluruskan hal yang tidak benar, sehingga membawa kebaikan bagi siapa saja yang membacanya,” ujarnya.
Adapun pemateri pelatihan jurnalistik Hari Jummaulana, S.Ikom., M.Ikom yang merupakan praktisi jurnalistik sekaligus sebagai dosen, humas dan aktif memberikan pelatihan terkait jurnalistik, literasi digital, komunikasi persuasif, dan pengembangan diri bagi pelajar hingga mahasiswa, Jurnalis senior dan terdaftar sebagai anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).
Dalam paparannya menjelaskan pentingnya mengenal kode etik jurnalistik dan bagaimana caranya menulis berita sesuai dengan kaidah jurnalistik.
Hari Jummaulana, tekankan kepada peserta untuk bijak menggunakan media sosial di tiktok, instagram, whatsapp, berita viral, Hari berharap dengan pelatihan jurnalistik, peserta dapat mengetahui berita hoak dan berita sesuai fakta, tentunya dengan bekal pelatihan ini, dapat digunakan di kehidupan sehari – hari.
Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan hingga selesai.
“Kalian hidup di era TikTok, Instagram, WhatsApp, screenshot grup, dan berita viral. Kemampuan jurnalistik membuat kalian tidak mudah percaya hoaks, bisa membedakan fakta dan opini, serta lebih bijak sebelum membagikan sesuatu, ” ujar Hari.
‘Dan manfaat mengenal Jurnalistik adalah Tidak Mudah Percaya Hoaks, Lebih Cerdas Saat Membaca Berita, Bisa Membedakan Fakta dan Opini, Lebih Bijak Sebelum Membagikan Sesuatu, Bisa Membuat Konten Informatif.
‘Dalam penulisan berita perlu diingat untuk menggunakan rumus 5W1H, yaitu What (Apa), When (kapan), Where (dimana), Who (siapa), Why ( kenapa), dan satu lagi How (Bagaimana),” jelasnya.
Di akhir kegiatan Narasumber memberikan tugas latihan kepada seluruh peserta untuk membuat sebuah berita sederhana yang akan dikumpulkan saat penyerahan sertifikat nantinya.(RB)
