Diduga Lalai, Insiden Kuku Kaki Siswa Terlepas di SD Arsyad Islamic School Pekanbaru Tuai Perhatian

PEKANBARU — Seorang siswa kelas 2 di SD Arsyad Islamic School  Jalan Imam Munandar, Pekanbaru, mengalami luka serius setelah jempol kakinya terjepit pintu sekolah pada Kamis, 30 April 2026 sekitar pukul 15.30 WIB. Korban berinisial CK (9) dilaporkan mengalami kuku kaki terkelupas akibat insiden tersebut.

Peristiwa ini memicu kekecewaan dari pihak keluarga yang menilai adanya kelalaian dalam penanganan kejadian. Keluarga kemudian mendatangi pihak sekolah pada Senin, 4 Mei 2026, didampingi oleh wali kelas, bagian kesiswaan, dan kepala sekolah. Safarudin Hrp.

Berdasarkan keterangan wali kelas, insiden terjadi di area dekat pintu kelas rekaman kamera pengawas (CCTV) menunjukkan korban berdiri di belakang pintu dan diduga hendak masuk. Pada saat bersamaan, pintu ditutup oleh siswa lain sehingga kaki korban terjepit.

“Dari hasil pengamatan CCTV, anak berada di belakang pintu. Ketika pintu ditutup oleh temannya, kakinya terjepit,” ujar wali kelas.

Akibat kejadian tersebut, kuku jempol kaki korban terlepas. Namun, pihak keluarga menyoroti lambatnya respons sekolah dalam memberikan pertolongan pertama.

Keluarga juga mempertanyakan tidak adanya penyampaian permintaan maaf secara langsung sejak awal kejadian, serta penanganan awal terhadap luka korban.

“Yang kami sesalkan, tidak ada tindakan cepat saat anak sudah terluka. Pihak sekolah terkesan ragu mengambil langkah dan setelah itu sekolah tidak ada inisiatif meminta maaf apalagi menjenguknya, ” Tegas Uli.

Menanggapi hal tersebut, pihak sekolah mengakui adanya kekurangan dalam penanganan insiden tersebut. Mereka menyatakan akan menjadikannya sebagai bahan evaluasi.

“Kami menyadari ada kekurangan dan ini menjadi evaluasi untuk perbaikan ke depan,” ujar Kepala Sekolah.
Terkait masalah ini, orang tua murid langsung pindahkan anaknya dari sekolah tersebut, mereka merasa sangat kecewa.

“Kami sangat kecewa sekali atas pihak sekolah, seharusnya dibawa ini adek saya berobat terlebih dahulu kenapa harus menunggu jemputan, bagaima coba rasanya adek saya menahan sakit, dengan kuku yang hampir lepas, ” Ujar Uli kakak CK.

Peristiwa ini menjadi perhatian sejumlah orang tua murid lainnya terkait pentingnya standar keselamatan di lingkungan sekolah, serta respons cepat dalam menangani kondisi darurat yang melibatkan anak-anak.

Masih ditempat yang sama, paman korban Ari, berharap adanya teguran dari pihak Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru kepada pihak sekolah.

” Saya berharap kejadian ini menjadi , atensi pihak Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, sehingga kejadian yang seperti ini tidak terulang lagi, ” Ujar Ari.

Sampai berita ini diturunkan, awak media Tidar belum dapat konfirmasi dari pihak Dinas Kota Pekanbaru.

(Tidar News.Com)
Bersambung..

Pos terkait