TIDAR NEWS. COM – Dalam rangka Peringatan Hari HIV/ AIDS Sedunia dan Hari Ibu, Tim Penggerak PKK Provinsi Riau menggelar pembukaan sosialisasi penanggulangan HIV/AIDS kepada para pengurus PKK. Pada Rabu (3/12/25) di Balai Pauh Janggi Gedung Daerah Provinsi Riau.
Kegiatan ini dibuka oleh Plt Ketua TP PKK Provinsi Riau, Dra. Hj. Adrias Hariyanto, didampingi Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Heri Permana.

Adrias menyampaikan keprihatinan terkait situasi HIV/AIDS di Riau yang terus meningkat sejak temuan pertama pada 1997. Kini jumlah kasus telah mencapai sekitar 11 ribu kasus, dengan angka terbesar berada di Kota Pekanbaru sebanyak 664 kasus.
“Kesehatan itu nomor satu. Kami berharap dokter yang hadir bisa menyampaikan informasi kesehatan, soal bahaya HIV/ AIDS,” ujar Adrias dalam sambutannya.
Menurutnya, penularan HIV/AIDS di Riau banyak terjadi pada kelompok ibu rumah tangga (IRT), usia produktif 25-45 tahun, serta pekerja seks. Karena itu, PKK juga berkewajiban turun langsung ke daerah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Kader PKK harus menjadi garda terdepan memberikan pemahaman mengenai resiko dan pencegahan HIV/AIDS,” tambahnya.
Kegiatan ini, diikuti sekitar 120 peserta, dengan menghadirkan tiga narasumber kompeten di bidang kesehatan. Program ini didukung melalui anggaran Dinas Kesehatan Provinsi Riau tahun 2025.

Dengan sosialisasi sistematis yang melibatkan peran sosial masyarakat, PKK berharap angka kasus HIV/AIDS di Riau dapat ditekan dan kesehatan keluarga semakin terjaga.
Pada kesempatan tersebut, Heri Permana Plt Dinkes Provinsi Riau. Terangkan bahwa kasus HIV/AIDS di Riau saat ini grafiknya tinggi.
” Kasus HIV/AIDS di Riau, ada sekitar 11 ribu kasus, tertinggi ada sekitar 664 kasus, ” ujarnya.
Senada dengan Heri Permana, yakni Ega Wati, penanggung jawab AIDS Dinkes Provinsi Riau. Juga pemateri acara dia, sampaikan tinggingnya kasus epidemi HIV /AIDS, pada Ibu Rumah Tangga (IRT).
” Miris sekali kita bu, kasus terjangkit HIV/AIDS adalah para ibu rumah tangga, bayangkan kalau mereka itu memiliki anak balita dan memberikan asinya, sudah pasti anaknya akan tertular penyakit, ” Jelas Ega.
Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia. (PERDOSKI) yang diwakilkan oleh dr Rahma hadir dalam kegiatan tersebut yang akan memberikan materi, terkait HIV / AIDS kepada peserta. (RB)






