TIDAR NEWS.COM – Festival Tari Kreasi dan Lagu Daerah yang digelar Persatuan Anak Medan Riau (PAMRI) berlangsung meriah di Cafe Anjungan Kopi, Purna MTQ Jalan Jendral Sudirman, Pekanbaru, Sabtu (16/8/2025).
Lomba lagu daerah menampilkan 18 peserta dari berbagai daerah di Provinsi Riau ikut ambil bagian. Persaingan berlangsung ketat, dengan perolehan nilai yang hanya terpaut tipis.
Juara pertama diraih oleh Jose Gracia dengan nilai 1.093, disusul Alin di posisi kedua dengan nilai 1.090, dan juara ketiga dengan nilai 1.063.
Jose mengaku tak menyangka bisa keluar sebagai pemenang.
“Saya sangat senang sekali, apalagi peserta lain vokalnya bagus-bagus,” ujar Jose singkat.
Festival ini menghadirkan tiga dewan juri yang sudah berpengalaman di tingkat nasional dan internasional. Mereka adalah Syarifah Reisa alias Ica Sokhe, juara 2 lagu Melayu tingkat nasional; Meck Gibi, musisi yang pernah juara 1 di ajang Asia 2 Serumpun Malaysia; serta musisi senior bernama Babe.
Meck Gibi mengatakan penilaian dilakukan secara adil dengan menekankan aspek tempo, vokal, dan lirik.
“Peserta memiliki karakter vokal yang bagus. Kami menilai dengan tanggung jawab, apalagi pemenang nantinya akan diajak tampil sepanggung dengan penyanyi Leodra dari Jakarta,” jelas Meck.
Ketua panitia, Sundari, yang juga penyanyi dan koordinator program musik TVRI, menyebut pemenang festival akan diundang tampil dalam program TVRI.
“Untuk pemenang nantinya akan kami gandeng bernyanyi di TVRI,” kata Sundari.
Selain itu, panitia juga menyiapkan piala dan uang penghargaan dari PAMRI. Acara ini mendapat dukungan dari Bank Sumut dan anggota DPD RI, Arif Eka Saputra.
Sundari menambahkan, tujuan festival ini adalah untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda pada budaya nusantara.
“Anak muda sekarang lebih suka musik modern daripada lagu daerah. Melalui festival ini kami ingin menjaga nilai-nilai budaya,” ujarnya.
Festival Tari Kreasi dan Lagu Daerah PAMRI terbagi dalam dua kategori peserta. Untuk lomba tari, usia peserta 10 hingga 17 tahun, sementara lomba lagu daerah terbuka untuk semua umur.
“Festival ini akan menghadirkan peserta dari berbagai daerah di Riau, dan terbuka untuk umum,” pungkas Vera, panitia.
PAMRI menegaskan komitmennya untuk menjadi perekat khazanah budaya Nusantara. “Kami berasal dari Sumatera Utara, namun di Riau kami sudah lama lahir dan besar di Bumi Lancang Kuning. (RB)






