TIDAR NEWS.COM – Perum Bulog Kanwil Riau dan Kepri mengungkapkan, penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berdampak langsung pada turunnya harga beras di pasaran. Hingga 15 Agustus 2025, BULOG telah menggelontorkan 826.170 kilogram beras SPHP ke seluruh pelosok Riau.
”Semakin banyak beras SPHP yang digelontorkan ke masyarakat, harga beras mulai beranjak turun,” kata Pemimpin Wilayah BULOG Riau dan Kepri, Ismed Erlando, Jumat (15/8/2025).
Penyaluran dilakukan melalui berbagai jalur, seperti pengecer di pasar rakyat, koperasi desa/kelurahan Merah Putih, outlet pangan binaan pemerintah daerah, BUMN pangan, koperasi instansi pemerintah, Rumah Pangan Kita (RPK), hingga swalayan dan toko ritel modern.
Berdasarkan data Panel Harga Badan Pangan Nasional, harga beras SPHP di Riau berada di Rp 13.027/kg atau -0,56% di bawah HET. Sementara di Kepri, harganya Rp 12.465/kg atau -4,85% di bawah HET.
Untuk harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani, juga mengalami penurunan. Pada Juli 2025 rata-rata GKP Rp 6.685/kg, sedangkan di minggu kedua Agustus turun menjadi Rp 6.660/kg.
”Stok kami mencapai 17 ribu ton yang tersebar di seluruh gudang BULOG di Riau dan Kepri. Kami akan terus menggelontorkan beras SPHP agar harga beras semakin turun,” jelas Ismed.
Selain beras SPHP, BULOG juga menyalurkan program Bantuan Pangan beras kualitas medium. Realisasi penyaluran sudah mencapai 6.822.440 kilogram dari target 6.986.360 kilogram atau sekitar 98%. Program ini diharapkan selesai sebelum akhir Agustus.
”Bantuan Pangan ini diharapkan bisa mengurangi beban pengeluaran masyarakat, mengentaskan kemiskinan, mengatasi kerawanan pangan dan gizi, menurunkan stunting, hingga mengendalikan inflasi,” tutupnya. (RB)