Respon Cepat Kabid Pendidikan SD Kota Pekanbaru, Turun Tangan Langsung Terkait Siswa Terluka di Sekolah Arsyad Islamic School

PEKANBARU – Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Sardius, turun langsung ke Arsyad Islamic School di Jalan Imam Munandar, Selasa (12/5/2026), menyusul laporan dugaan kelalaian penanganan insiden yang menimpa seorang siswa kelas 2 SD berinisial CK (9).

Kedatangan Sardius dilakukan setelah adanya laporan dari keluarga siswa berinisial CK (9), yang mengalami luka serius pada bagian jempol kaki akibat terjepit pintu kelas pada Kamis, 30 April 2026. Dalam peristiwa itu, kuku jempol korban terlepas dan harus menjalani tindakan operasi.

Kedatangan Sardius, disambut langsung oleh kepala sekolah dan jajaran guru, guna mendengar secara langsung kronologi atas kejadian tersebut,dan melakukan pengawasan terhadap penanganan kasus ini.

” Kedatangan kami untuk mendengar secara langsung dari pihak Sekolah Arsyad Islamic scholl, atas kejadian tersebut, sekaligus memberikan pembinaan dan pengawasan yang menjadi tanggung jawab kami,” Ujar Sardius.

Kabid SD Kota Pekanbaru, sampaikan ke awak media ini, ia memberikan arahan kepada pihak sekolah untuk datang menjenguk ke rumah orang tua korban, sekaligus memberikan sedikit uang berupa sagu hati.

” Saya sudah memberikan arahan ke Kepala Sekolah dan jajarannya untuk datang menjenguk ke rumah korban dan ada sedikit uang sagu hati, saya berharap untuk diterimanya, ” Tutup Sardius.

Sebelumnya Keluarga korban menyoroti lambannya respons sekolah saat kejadian berlangsung. Mereka juga mempertanyakan pengawasan guru serta prosedur tanggap darurat di lingkungan sekolah.

Menanggapi hal itu, Sardius menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi lebih lanjut guna memastikan standar keselamatan siswa di sekolah berjalan sebagaimana mestinya.

Sementara itu, pihak sekolah melalui Kepala Sekolah Safarudin mengakui adanya kekurangan dalam penanganan insiden tersebut dan menyatakan kejadian itu akan menjadi bahan evaluasi internal sekolah.

Safarudin juga mengaku sebelumnya sudah ada niat untuk menjenguk dan datang kerumah korban, CK (9) namun ditolak pihak keluarga.

” Kemaren pihak sekolah mau berkunjung ke rumah cika. Tapi pihak keluarga menolak pak dengan berkata. Kalau sekarang mau datang, gak usah lagi, ” terangnya.

Penolakan dari keluarga korban CK, atas kedatangan pihak sekolah, pada waktu lalu, mereka menganggap pihak sekolah sudah terlambat setelah pihak keluarga datang ke sekolah terlebih dahulu. (RB)

Pos terkait