Manajemen Bandara SSK II Pekanbaru, Siap Hadapi Lonjakan Penumpang Angkutan Lebaran 2026

TIDAR NEWS. COM – Manajemen Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru gelar buka puasa bersama dengan insan pers, serta untuk memberikan informasi terkait kesiapan pihak Bandara menghadapi lonjakan penumpang pada periode angkutan Lebaran 2026, pada Kamis (12/6) di Kantor Bandara.

Sejumlah langkah telah disiapkan, mulai dari pembukaan posko terpadu, penambahan penerbangan, hingga pengecekan fasilitas bandara seperti yang disampaikan oleh Kepala Kepala Divisi Airport Operation, Service dan  Security, Imamura Ginting,

Imamura menyampaikan bahwa pihak Bandara SSK II, akan membuka Posko Angkutan Lebaran 2026 pada tanggal 13 Maret sampai dengan 30 Maret. Dan ia menerangkan sajikan data history lonjakan penumpang secara year to year.

” Posko angkutan Lebaran akan kami buka mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026 untuk memantau dan memastikan seluruh operasional berjalan lancar,” kata Imamura.

 

Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-3 Lebaran, yakni 18 Maret 2026. Pada hari tersebut, jumlah pergerakan penumpang diproyeksikan mendekati 14.500 orang dengan sekitar 84 pergerakan pesawat.

Imamura juga sampaikan lonjakan penumpang saat lebaran tertinggi pada tahun 2018. Dan lonjakan penerbangan diprediksi akan naik 3 persen untuk penumpang dan pesawat sekitar 5 persen dibandingkan tahun 2025 namun presentase tersebut masih bisa berubah. Namun pihak manajemen Bandara SSK II, terus monitoring  menggunakan metode Air Port Manajemen Trafik sehingga kepadatan penumpang bisa diatasi.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, sejumlah maskapai menyiapkan penerbangan tambahan atau extra flight, antara lain Garuda Indonesia, Super Air Jet, Lion Air, dan Citilink.

Sebagian besar extra flight atau penerbangan tambahan akan melayani rute Pekanbaru–Jakarta. Selain itu, Lion Air juga menambah penerbangan untuk rute Pekanbaru–Yogyakarta pulang-pergi.

Manajemen bandara juga melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap infrastruktur bandara, baik di sisi udara, terminal penumpang, maupun area darat.

Sejumlah perbaikan fasilitas turut dilakukan untuk memastikan pelayanan berjalan optimal selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran, dengan menyajikan foto – foto kegiatan kepada awak media.

” Pemeriksaan fasilitas telah kami lakukan agar seluruh layanan dapat berjalan baik serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi penumpang,” ujar Imamura.

Pada kesempatan tersebut hadir juga Executive General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Achmad, dan manajemen Pesawat Garuda Indonesia, yang memberikan klarifikasi terkait insiden penerbangan GA 175 pesawat yang mengalami keretakan di kaca kokpit atau di hidung pesawat pada 27 Februari yang lalu.

Pihak Garuda Indonesia, insiden itu disebabkan oleh banyak faktor seperti di kaca kaca kokpit adanya es yang menempel, dan saat masih masih dalam proses investigasi. (RB)

Pos terkait