tidarnews.com/ – PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) kembali menyelenggarakan pelatihan petani sawit program pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit berkolaborasi dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian RI di Hotel Pangeran Pekanbaru, Senin (23/6/2025).
Sebelumnya, RPN telah sukses menyelenggarakan pelatihan petani sawit dengan tema berbeda di beberapa kabupaten di daerah sentra sawit di Sumatera dan Kalimantan. Kali ini, pelatihan kembali dihadirkan dengan diikuti total peserta 50 petani sawit dari dua kabupaten di Provinsi Riau, yaitu Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), 42 peserta dan Kabupaten Bengkalis (8 peserta), dengan tema ‘Panen dan Pascapanen Kelapa Sawit’, yang diselenggarakan di Pekanbaru, Provinsi Riau.
Kepala Divisi Pengembangan Riset, PT RPN, Dr. Adi Cifriadi menyampaikan pelatihan ‘Panen dan Pascapanen Kelapa Sawit’ yang kali ini terlaksana karena kolaborasi antara PT RPN, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Ditjenbun.

“PT RPN melalui Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) telah memainkan peran yang penting dalam mengembangkan sumber daya manusia di sektor perkebunan kelapa sawit. Sebagai pusat penelitian yang berfokus pada kelapa sawit, PPKS telah berdedikasi untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas para pekebun dalam sistem usaha ini,” ujarnya, saat menyampaikan sambutan, pada Senin (23 Juni 2025).
Budidaya tanaman, panen dan pascapanen menentukan keberhasilan usaha perkebunan. Banyak dari para pekebun yang sudah panen tidak bisa menampung dan ada juga salah penanganannya. Sawit ini harus dipanen dengan cepat dan tidak bisa terlambat dalam pengiriman, dalam kata lain harus cepat dan tepat,” ucapnya.
“Maka, dalam kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan baik. Bagaimana menangani sawit dalam hal panen dan pascapanen sehingga yang apa yang telah kita tanam dan dipanen dapat mendapatkan nilai tambah yang cukup baik. Terlebih dari pemerintah pusat sedang mengembangkan hilirisasi di bidang pertanian dan perkebunan,” imbuh Rudi.
Maka, lanjutnya, menjadi penting untuk kita semua terutama petani sawit untuk belajar dan memahami panen dan pascapanen. Dalam budidaya kelapa sawit ada hal-hal yang krusial salah satunya panen dan pascapanen.
“Untuk itu, kami berharap kegiatan pelatihan ini dapat diikuti dengan baik agar apa yang disampaikan oleh pemateri dapat diterim dan diaplikasikan,” pungkas Rudi.
Untuk melengkapi pemahaman panen dan pascapanen kelapa sawit, PT RPN juga akan mengajak peserta pelatihan untuk mengunjungi kebun kelapa sawit milik PT Perkebunan Nusantara IV Regional 3, Sei Pagar. Hal ini, akan memberikan pemahaman yang lebih konkrit, sebab tidak hanya teori melainkan memperlihatkan langsung kepada peserta proses panen dan pascapanen yang dilakukan perusahaan. (RlS)